Ranup.xyz –
Wabah Corona di
Indonesia membuat aliran kas negara tak karuan. Salah satu dampaknya kemungkinan tunjangan hari raya (THR) PNS dan
TNI/Porli tidak akan cair demi menutupi hal itu. Perusahaan yang terancam
merugi juga berpotensi tidak bisa memberikan THR ke karyawannya.
Hmm, bagaimana mengatasi hal tersebut?
Perencana keuangan dari Oneshildt,
Rahma Mieta, menyarankan yang pertama harus dilakukan adalah membuat daftar pengeluaran apa saja
yang tadinya akan menggunakan THR yang didapat. "Biasanya kan buat pulang
kampung ya, tapi berhubung pulang kampungnya juga tidak ada tahun ini, jadinya
tidak masalah," ujarnya.
Tapi, lanjutnya, kalau ada pengeluaran
lain, tentukan mana yang memang harus dikeluarkan (wajib) mana yang bisa
ditunda. Yang termasuk pengeluaran wajib di Lebaran adalah zakat baik zakat
fitrah maupun zakat mal.
Selain itu, THR untuk karyawan misalnya
asisten rumah tangga (ART), sopir dan orang lain yang bekerja dengan Anda.
"Jangan sampai Anda tidak memenuhi hak mereka yang kerja dengan
Anda," ujarnya.
Pengeluaran wajib lainnya adalah pengeluaran
tahunan secara umum, misalnya buat bayar pajak, premi asuransi yang bayarnya
tahunan, uang tahunan sekolah anak dan lainnya.
Bagaimana dengan angpao Lebaran, uang
untuk orang tua, kue Lebaran dan baju Lebaran, apakah harus ditiadakan?
Menurutnya yang sifatnya untuk kesenangan, bisa ditunda. Tapi yang sifatnya
sosial, silakan kalau memang ada anggarannya.
Kedua, setelah tahu berapa pengeluaran
wajibnya, mau tidak mau kalau THR memang tidak keluar, pakailah tabungan dana
darurat yang sudah dimiliki. "Itu alasannya kenapa punya dana darurat
penting, setidaknya saat ada kondisi seperti ini, keuangan kita bisa
aman."
Kalau tidak ada dana darurat bagaimana?
Mau tidak mau pakai simpanan yang lain. Menurutnya karena ini pengeluaran
penting dan memang harus dikeluarkan, tidak apa-apa memakai simpanan lain.
Dengan catatan, langsung diganti uangnya ketika kondisi sudah pulih.
Untuk mengambil dana darurat atau
tabungan, ia menyarankan harus disesuaikan dengan anggaran yang ada. Sesuaikan
dengan kebutuhan masing-masing. Jangan lupa pertimbangkan juga untuk kebutuhan
lainnya.
Misal, kalau Anda tipikal yang tidak
kerja, tidak dapat penghasilan, bisa jadi waktu serangan Corona seperti ini, sama sekali tidak ada
penghasilan. Jadi perhitungkan juga dana darurat yang Anda punya untuk biaya
hidup sehari-harinya juga.
Itulah mengapa orang-orang yang
pendapatannya tidak tetap, harus punya dana darurat yang lebih besar dari orang
yang penghasilannya tetap dari gaji. Misal, kalau penghasilan tetap kebutuhan
dana daruratnya tiga sampai enam bulan pengeluaran bulanan Anda. Kalau yang
penghasilannya tidak tetap amannya, miliki enam kali biaya bulanannya.
"Semoga jadi pembelajaran untuk
selalu menyiapkan dana darurat," ujarnya.


0 Komentar