Ranup.xyz - Sadis! Tadi pagi sebuah masjid di New Zealand ditembaki oleh beberapa pria bersenjata. Kejamnya, Sang pelaku tanpa segan silu menayangkan secara live di laman Facebook pribadi miliknya.
Semoga Allah memberi syahid buat semua korban.
Miris! itulah perasaan penulis saat pertama kali membaca judul berita dari media internasional. Mereka terus menggiring pemahaman masyarakat dunia bahwa teroris itu adalah ajaran agama Islam. manakan tidak, judul berita milik media-media tersebut menyebut pelaku itu sebagai 'Gunmen' alias laki-laki yang bersenjata.
Sekarang coba kita bayangin sekiranya yang melakukan hal tersebut adalah orang yang 'beragama' Islam. Pasti media secara langsung plus terang-terangan menyebuit para pelaku itu adalah teroris. Dan judul setiap berita setelah itu akan menggiring publik bahwa Islam itu agama Teroris. Islam mengajarkan umatnya melakukan Teroris.
Baca Juga :
Video Penembakan di Mesjid Selandia Baru
Sedihnya saat hal tersebut juga terjadi di Indonesia. Disaat musim pemilu ini, tidak kurang banyak media-media di Indonesia yang dikuasai oleh mafia politik juga turut menggiring hal yang sama. Mereka selama ini sangat sibuk menggiring opini publik bahwa Islam merupakan agama yang intoleran. Bahkan, panggilan 'Kafir' pun membuat mereka 'panas pantat'. Terkadang saya bingung apa agama mereka.
Stop dibodohi!! Terroris itu tidak beragama. Tidak ada agama yang mengajarkan perbuatan terror. Yang melakukan itu adalah orang yang bodoh! Stop bias terhadap kata 'Terroris'.
Tulus Ikhlas,
Pemuda Muslim
0 Komentar