Ranup.xyz - Bicara soal Miss V, ada sebuah pendapat yang menyebut bahwa Miss V akan longgar sebab sering kali melakukan seks. Hal ini sering kali membikin perempuan merasa tak percaya diri. Sebagian wanita juga akhirnya melakukan perawatan untuk mengencangkan vaginanya. Namun pertanyaannya, benarkah keseringan melakukan seks membikin Miss V longgar dan kehilangan elastisitas selamanya?

Dikabarkan dari Healthline, jawabannya  tidak. Organ intim wanita memiliki wujud yang elastis. Ini berarti ia bisa meregang untuk mengakomodasi hal-hal tertentu seperti dikala melahirkan. Namun tak butuh waktu lama bagi Miss V untuk kembali ke wujud semula.

Miss V mungkin menjadi sedikit lebih longgar seiring bertambahnya umur atau setelah mempunyai si kecil, tapi secara keseluruhan, otot-otot mengembang dan menarik seperti akordeon atau karet gelang.
Mitos Miss V longgar secara historis sudah acap kali dipakai sebagai sebuah metode untuk mempermalukan perempuan dalam kehidupan seksual mereka. Lagi pula, Miss V longgar tak dapat membuktikan keseringan seksual seorang perempuan dengan pasangannya.

Namun kenyataannya ialah bahwa tak menjadi suatu permasalahan dengan siapa seorang melakukan seks atau seberapa sering kali. Penetrasi tak akan menyebabkan Miss V meregang secara permanen.
Di samping itu hal yang penting dikenal bahwa Miss V mungkin merupakan hal utama sebagai penyebab kekhawatiran atau ketidaknyamanan selama penetrasi. Otot-otot Miss V secara natural akan rileks saat seorang terstimulasi.

Sekiranya tak bergairah,  tak beratensi atau tak mempersiapkan secara lahiriah untuk melaksanakan hubungan intim, Miss V tak akan rileks, melumasi sendiri, dan meregangkan tubuh.Otot-otot Miss V yang ketat, kemudian, dapat membikin hubungan seksual menyakitkan.

Keketatan Miss V yang ekstrem juga dapat menjadi pertanda vaginismus. Ini  merupakan gangguan jasmani yang bisa diobati yang memengaruhi 1 dari tiap-tiap 500 perempuan. Jadi, tak perlu lagi cemas Miss V Anda akan longgar sebab terlalu sering kali melakukan seks.