Ranup.xyz - Banyak
yang mengatakan bahwa prostitusi merupakan pekerjaan tertua di dunia. Pengamat
sosial dari vokasi Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati mengevaluasi bahwa
ada sebagian unsur yang membikin seseorang memilih memuaskan hasratnya dengan menyewa
jasa layanan prostitusi daripada dengan pasangan yang sah. Pun begitu, dalam
sebagian kasus, tidak sedikit yang rela merogoh kocek dalam jumlah fantastis
demi dapat berkencan dengan mereka yang berasal kalangan pekerja seni.
Devie
menyatakan, hal itu terjadi sebab ada perasaan berbeda saat menyewa jasa oknum
pekerja seni. Berdasarkan Devie, simbol seniman merupakan orang-orang yang
berada di kelas tertentu, kelas sosial yang tinggi sebab jadi perhatian publik.
Kemudian ada perasaan kekaguman kepada mereka dan menerima kans dapat berkencan
dengan mereka menjadi hal yang penting bagi beberapa orang.
“Untuk
itu ada harga yang wajib dibayar, dapat mahal cuma untuk mencoba PSK (pekerja
seks komersial) tertentu. Lain hal lagi, ada unsur semisal, secara sosiologis
gaya hidup bebas yang telah menjadi etika baru sebab cara kerja tradisi yang
sangat memperhatikan di media bergonta-ganti pasangan atau gaya hidup bebas,”
katanya ketika dihubungi pada Senin, 7 Januari 2019.
Praktik
ini, kata Devie dianggap gaya hidup baru. Ini lah di antaranya yang mensupport
seseorang menjadi konsumen PSK. Tapi demikian, Devie menegaskan, dirinya ogah memberikan
rangkuman ringkasan atas kasus yang terjadi pada oknum seniman akhir-akhir ini.
“Jika
untuk kasus yang ini kan masih dugaan, sebab hingga hari ini sang pekerja seni belum
ditetapkan sebagai pelaku,” sebutnya.
“Sekarang kami mau tekankan bahwa hal ini
bukan cuma dijalankan oleh pihak tertentu. Menurut kami, ia dapat dijalankan
oleh siapa saja. Kebetulan ada dugaan artis tertentu, dan ia menjadi diskusi
publik,” ujar Devie.
Menurut
Devie, justru yang seharusnya jadi perhatian media ialah siapa, umur berapa,
dengan latar belakang dan pekerjaan serta pengajaran apa yang dapat diambil,
seseorang dapat saja memilih jalan pintas untuk meraup profit dengan menjadi
PSK. Salah satu unsur pemicunya ialah kemudahan mengakses dunia maya.
Prostitusi
online jauh lebih tepat sasaran sebab identitas yang bersangkutan bisa
disamarkan dan tak seharusnya mempunyai hotspot atau lokalisasi. “Paling tak
ini terjadi di Eropa. Sebab ianya dilakukan secara online. Orang jadi pemain
independent tanpa perlu muncikari dan lain-lain,” ujarnya.



0 Komentar