Ranup.xyz - Belakangan ini, semua mata tertuju kepada para calon legislatif. Hangatnya musim pemilu membuat arah mata netizen sering tertuju kepada para caleg yang sudah resmi mendaftar melalui partai masing-masing.

Setelah semua mata tertuju kepada pasangan Jokowi-Ma`ruf dan Prabowo-Sandi, yang tidak pernah sunyi mengundang rasa ingin tau publik tentang trik-trik apa yang akan mereka lakukan untuk menarik suara pendukung, kini tiba masanya semua partai mengajukan nama-nama calon legislatif untuk mewakili partai mereka di Dewan Perwakilan Rakyat.

Sudah menjadi rahasia publik bahwa ada permainan uang yang wujud dalam setiap pencalonan legislatif yang akan maju. Secara mati-matian mereka tidak akan mengakui hal itu, namun fakta lapangan memang berkata seperti itu.

Yang sangat mengkhawatirkan adalah, mereka calon-calon yang akan mewakili rakyat, terlepas mereka menang atau tidak, namun mereka tetaplah calon pemimpin. Tidak menang kali ini, tapi mungkin akan menang di lain waktu dan kesempatan.

Jika uang harus ada dimuka, apakah bisa kami yakinkan hati kami bahwa disaat mereka menang nanti, mereka tidak akan mengambil kembali "investasi" yang mereka tanam sebelum mereka maju.

Sekuat mana pun kami percaya, namun hati kecil kami pasti berbisik ragu. 73 tahun Negeri Tercinta merdeka, waktu pemilu datang dan pergi, para wakil rakyat silih berganti , kenapa negaraku belum maju? Mungkin ini kerja koruptor yang suka korupsi...

Saya tidak sepenuhnya menyalahkan koruptor, karena kata Cak Lontong : "Koruptor itu adalah orang yang ketangkap korupsi". Mendengar kata-kata seperti itu keluar dari mulut seorang Cak Lontong sememangnya mengundang tawa, namun secara tidak langsung Cak Lontong berkata "Wehh masih banyak kok yang korupsi tetapi tidak ketangkap".

Mungkin setelah para Caleg resmi jabatannya, dan masih ada yang melakukan korupsi dan ketangkap, jangan kita panggil 'Koruptor' tapi panggillah dia 'Pencuri' atau 'Maling'. Untuk apa beri nama keren untuk orang yang tidak berbuat hal keren.

Wahai para anggota dewan, kami ini rakyat, kamu itu wakil, maka layanilah kami dengan sebaiknya karena tugas itu kami berikan padamu. I`m Out. Assalamualaikum



                                                                                                                         - Manusia Putih-









*Jika ada yang ingin mengirim opini, silahkan hubungi kami ya...