TUBUH SELALU BERUPAYA UNTUK MENYELAMATKAN MANUSIA DARI RASA SAKIT PATAH HATI

Orang dewasa lebih cendrung rawan mengalami patah hati, ini disebabkan mereka telah mengenal dan tahu arti hubungan cinta, namun setiap orang tentu tidak suka dengan rasa patah hati karena itu sangat menyakitkan.

Pertanyaan besarnya adalah, mengapa patah hati bisa memberikan dampak dan rasa sakit yang begitu mendalam, ini bisa dijelaskan secara ilmiah. Berikut sedikit penjelasan singkat tentang hal tersebut, sebagai mana brilio.net, asap SCIENCE mengatakan.

Ketika kita merasakan rasa sakit, seperti terluka, membuat bagian otak cingulate cortex terangsang. Ini adalah bagian yang sama ketika otak diaktifkan saat itu juga orang mengalami teralienasi dari lingkungan social.

Sakit perasaan dan sakit tubuh, sebelumnya dianggap berbeda, tapi nyatanya sama ketika otak memikirkan tentang kehilangan kekasihnya, ia akan merasa hatinya seperti dirobek-robek dan terluka perasaannya.

Pada umunya manusia lebih memilih sakit tubuhnya ketimbang tersisih dari pergaulannya. Pertanyaannya mengapa dua sisi yang berbeda ini bisa menghasilkan perasaan yang sama dalam tubuh?, faktanya, tubuh menggunakan sakit fisik demi menghindari resiko yang lebih besar dan berbahaya.

Hormone kortisol akan meningkat pada saat seseorang merasakan patah hati, sehingga mendorong hormone norepineprin turun, penyebab utama tubuh mengalami stress adalah sebagai respon terhadap keadaan tadi. Inilah pemicu depresi, rasa cemas dan akhirnya menangis.
Dukungan social sanagat besar perannya dalam menurunkan level rasa sakit. Dan menyendiri adalah plihan yang sangat salah jika anda dalam posisi itu.


Solusi yang paling tepat ketika anda patah hati dan merasakan sakitnya, maka mendekati teman dan keluarga adalah cara terbaik untuk mengobatinya, dan bagi anda yang melihat orang yang sedang patah hati atai sedang mengalami beban perasaan beri dia dukungan dan motivasi agar dia mampu bangkit untuk melihat matahari besok.